
Kenapa Sih Harus Sambal Bajak?
Duh Bun, jujurly aku tuh kalau makan nggak pakai sambal rasanya kayak ada yang hilang dalam hidup. Kayak hampa gitu lho, beneran deh! Masalahnya, kadang beli sambal botolan di luar rasanya cuma pedas doang tapi kurang 'jiwa'-nya. Padahal kunci kebahagiaan suami pas pulang kerja itu sesederhana ada nasi panas, tempe goreng, sama sambal yang nampol di meja makan, kan?
Kebetulan banget tadi pagi tetangga sebelah habis ngasih panenan sayur terutama cabai rawit merahnya melimpah banget, yuk mari langsung kita eksekusi jadi sambal bajak yang medok bumbunya. Dulu awal-awal belajar masak, aku pernah lho gagal bikin sambal ini gara-gara terasinya nggak aku bakar dulu, alhasil aromanya kurang keluar dan rasanya jadi aneh banget. Tapi tenang aja, kali ini aku spill resep yang anti gagal dan pastinya bikin bunda dipuji setinggi langit sama orang rumah!
Bikin sambal bajak itu sebenarnya seni, Bun. Kuncinya ada di kesabaran pas numis bumbunya. Jangan buru-buru pengen mateng ya. Kalau bumbunya belum tanak alias belum matang sempurna, sambalnya bakal gampang basi dan rasanya langu. Jadi, siapin mental dan tenaga buat ngulek atau tumis-tumis cantik di dapur ya!
Bahan-Bahan yang Perlu Disiapkan
- 150 gram Cabai Merah Keriting (Biar warnanya cantik merah merona)
- 50 gram Cabai Rawit Merah (Sesuaikan tingkat kepedasan, kalau aku sih suka yang bikin dower wkwk)
- 10 butir Bawang Merah
- 5 siung Bawang Putih
- 2 buah Tomat ukuran sedang (Potong-potong ya Bun)
- 2 bungkus Terasi Udang (Gunakan terasi yang kualitasnya bagus biar aroma kaldunya lebih kuat dan wangi)
- 3 lembar Daun Salam
- 2 batang Serai (Ambil bagian putihnya aja, terus digeprek)
- 1 ruas Lengkuas (Geprek juga biar aromanya keluar)
- Garam, Gula Merah, dan Kaldu Bubuk secukupnya
- Minyak goreng secukupnya (Agak banyakan dikit nggak apa-apa biar sambalnya awet)
Langkah-Langkah Memasaknya
- Goreng sebentar cabai merah, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, dan tomat sampai layu. Jangan sampai garing ya, cukup sampai layu aja biar pas diulek nanti lebih gampang dan teksturnya masih dapet.
- Angkat dan tiriskan bumbu yang sudah layu tadi. Jangan pakai blender, lumatkan pakai cobek atau ulekan aja biar teksturnya masih ada gregetnya dan nggak terlalu halus kayak jus! Selagi hangat, tambahkan terasi yang sudah dibakar sebentar.
- Panaskan kembali minyak sisa menggoreng tadi (kalau kurang boleh tambah dikit). Masukkan bumbu halus, daun salam, serai, dan lengkuas. Tumis dengan api kecil ya, Bunda.
- Tambahkan gula merah yang sudah disisir, garam, dan kaldu bubuk. Aduk-aduk terus sampai warnanya berubah jadi merah tua kecokelatan dan minyaknya mulai terpisah dari bumbunya. Ini tandanya sambal sudah tanak!
- Tips Teknis Rahasia: Masukkan sedikit air asam jawa (kira-kira 1-2 sendok makan) di pertengahan proses menumis. Ini rahasia biar rasa sambalnya lebih 'deep' dan ada sensasi segar yang bikin nggak enek!
- Koreksi rasa. Kalau sudah pas antara pedas, manis, dan gurihnya, matikan api dan biarkan dingin sebelum dimasukkan ke dalam toples kaca.
Gimana, gampang banget kan? Sambal bajak ini kalau ditaruh di wadah kedap udara dan masuk kulkas bisa tahan sampai 2 minggu lho. Cocok banget buat stok pas tanggal tua atau kalau lagi males masak yang ribet-ribet. Tinggal ceplok telur, kasih sambal bajak ini, beuh... nikmat mana lagi yang kau dustakan, Bun! Selamat mencoba di rumah ya, semoga berhasil dan bikin keluarga makin betah makan di rumah!
🛒 Rahasia Dapur Resep Bunda
Mau hasil masakan persis seperti resep di atas? Rahasianya ada di alat masak anti lengket dan bumbu pilihan yang biasa kami pakai.
Cek Koleksi Alat Masaknya di Shopee